Tulisan ini menggandung spoiler Tujuh tahun lalu, aku pernah menulis tentang sebuah novel yang waktu itu terasa sederhana namun unik. Judulnya Convenience Store Woman karya Sayaka Murata. Saat itu aku hanya menuliskan ringkasan dan kesan singkat. Tentang Keiko, tentang minimarket, tentang hidup yang terasa “tidak biasa”. Lalu seperti banyak tulisan lama lainnya, ia tertinggal begitu saja. Beberapa […]
Author: Djouney
Surrender to God and Let Go: Finding Peace in His Presence
Surrender to God and let go was something I didn’t fully understand. At first, I thought I needed to stay strong, to hold everything together. Image by Pok Rie from Pixabay When Surrender to God and let go Like Losing Control There was a moment when everything inside me felt too heavy. Not just my […]
Learning to Let Go in Relationship Without Losing Yourself.
Learning to let go in a relationship is something I am still learning. I didn’t leave, but something inside me has started to change. Staying, But Feeling Something Shift Insight I didn’t Leave I didn’t leave this relationship. I’m still here, still loving. Still trying to understand. But something inside me has started to shift. […]
Hujan, Menunggu, dengan Segelas Latte & Ego is The Enemy
Hujan di pagi hari, membawaku pada sebuah kesempatan. Menikmati Lattee hangat di coffee shop yang sudah lama sekali tak ku kunjungi. Creamy dan hangat, pas sekali berpadu saat menunggu hujan reda. Ya namanya Jiwan Coffee and Things. Design bangunannya yang di dominasi oleh warna-warna hangat, membuatnya menjadi tempat yang nyaman untuk berkegiatan Work From Cafe. […]
Luh, jika kamu tak dilahirkan…
Korpus Uterus-Sasti Gotama. Selasa 3, Februari 2026. !Spoiler, tulisan ini mengandung spoiler! Petikan Cerita Surabaya, 1966 Ketika Luh lahir, Kalimah tak mengejan, tak mengernyit kesakitan, tak tersenyum, tak tertawa, tak menangis hru, tak melakukan apa pun yang membuat hatinya berdebur karena dia tahu dirinya hanya sulur kacang panjang yang bertumbuh membelit bilah bambu bernama kehidupan; […]
Perjalanan Persahabatan, Intrik Dan Oxford abad 18
Babel-R.F Kuang Imajinasiku liar, ikut berpetualang bersama Robin, Voltaire, Letty, dan Rumi. Empat tokoh utama yang menghidupkan cerita novel ini. Aku ikut masuk dalam sebuah kehidupan perkuliahan di fakultas bahasa Oxford pada tahun 1836. Siapa yang tidak bangga dapat menjadi salah satu yang berkesempatan menjadi mahasiswa di sana. Oxford begitu terkenal dan menjadi magnet bagi […]
